Minggu, 14 Januari 2018

Kisa Cincin Rasulullah

Ternyata cincin sudah ada sejak zaman dulu bahkan Nabi Muhammad SAW juga memakai cincin. Berikut ini beberapa hadis yang menceritakan tentang cincin Nabi Muhammad SAW.
Menurut hadis riwayat Imam Muslim yang menjelaskan bahwa cincin Rasulullah SAW terbuat dari perak, dan batu  di mata cincin beliau berasal dari negeri Habasyi.
Beberapa riwayat menerangkan bahwa Nabi Muhammad SAW memakai cincin yang terpasang pada jari kelingkingnya sebagaimana hadis riwayat Anas bin Malik mengatakan:
“Cincin Rasulullah terbuat dari perak dan batunya merupakan batu Habasyi”, (HR Muslim dan Tirmidzi).
Hadis ini diderajatkan hasan sahih, dan dishahihkan oleh Al-Albani. Sedangkan dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa:

 عن أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ كَانَ خَاتَمُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ وَرِقٍ وَكَانَ فَصُّهُ حَبَشِيًّا -رواه مسلم

“Cincin Rasulullah s.a.w. itu terbuat dari perak dan mata cincinnya itu mata cincin Habasyi.” (HR Muslim).
Dalil di atas juga menunjukkan bahwa batu cincin Rasulullah berjenis Habsyi, sejenis batu berwarna hitam kemerah-merahan pekat atau merah darah yang berasal dari Afrika.
Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan :
كان خاتم النبي صلى الله عليه وسلم من فضة فصه منه
”Cincin Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dari perak, dan mata cincin juga dari bahan perak.” (HR. Bukhari 5870, Nasai 5198, dan yang lainnya).
 Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, beliau juga mengatakan :
كان نقش خاتم رسول الله صلى الله عليه وسلم ( محمد ) سطر و ( رسول ) سطر و ( الله ) سطر
Ukiran mata cincin Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertuliskan: Muhammad [محمد] satu baris, Rasul [رسول] satu baris, dan Allah [الله] satu baris. (HR. Turmudzi 1747, Ibn Hibban 1414, dan semakna dengan itu diriwayatkan oleh Bukhari 5872)
Selain itu, dalam riwayat lain dijelaskan :
أن النبي صلى الله عليه وسلم أراد أن كتب إلى كسرى وقيصر والنجاشي فقيل له : إنهم لا يقبلون كتابا إلا بخاتم فصاغ رسول الله صلى الله عليه وسلم خاتما حلقته فضة ونقش فيه محمد رسول الله فكأني أنظر إلى بياضه في كفه
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hendak menulis surat ke Kisra (persi), Kaisar (romawi), dan Najasyi (Ethiopia). Kemudian ada yang mengatakan, ’Mereka tidak mau menerima surat, kecuali jika ada stempelnya.’ Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membuat cincin dari perak, dan diukir tulisan Muhammad Rasulullah. Saya melihat putihnya cincin itu di tangan beliau. (HR. Ahmad 12738, Bukhari 5872, Muslim 2092, dan yang lainnya).
Maka menurut pendapat ini Rasulullah saw pada suatu waktu memakai cincin yang matanya terbuat dari perak, dan pada waktu lain memakai cincin yang matanya dari batu yang berasal dari Habsyi. Bahkan dalam riwayat lain menyatakan bahwa batu mata cincin beliau itu dari batu akik.

وَكَانَ فَصُّهُ حَبَشِيًّا ) قَالَ الْعُلَمَاءُ يَعْنِى حَجَرًا حَبَشِيًّا أَىْ فَصًّا مِنْ جَزْعٍ أَوْ عَقِيقٍ فَإِنَّ مَعْدِنَهُمَا بِالْحَبَشَةِ وَالْيَمَنِ وِقِيلَ لَوْنُهُ حَبَشِىٌّ أَىْ أَسْوَدُ وَجَاءَ فِى صَحِيحِ الْبُخَارِيِّ مِنْ رِوَايَةِ حَمِيدٍ عَنْ أَنَسٍ أَيْضًا فَصُّهُ مِنْهُ قَالَ بْنُ عَبْدِ الْبَرِّ هَذَا أَصَحُّ وَقَالَ غَيْرُهُ كِلَاهُمَا صَحِيحٌ وَكَانَ لِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِى وَقْتٍ خَاتَمٌ فَصُّهُ مِنْهُ وَفِى وَقْتٍ خَاتَمٌ فَصُّهُ حَبَشِىٌّ وَفِى حَدِيثٍ آخَرَ فَصُّهُ مِنْ عَقِيقٍ

“(Dan mata cincinnya itu mata cincin Habasyi). Para ulama berkata maksudnya adalah batu Habasyi yaitu batu mata cincin dari jenis batu merjan atau akik. Karena keduanya dihasilkan dari penambangan batu yang ada Habsyi dan Yaman. Dan dikatakan (dalam pendapat lain) warnanya itu seperti kulit orang Habasyi yaitu hitam. Begitu juga terdapat dalam Shahih al-Bukhari riwayat dari Hamid dan Anas bin Malik yang menyatakan bahwa mata cincinya itu dari perak. Menurut Ibnu Abd al-Barr ini adalah yang paling sahih. Sedangkan ulama lainnya mengatakan bahwa keduanya adalah sahih, dan Rasulullah saw pada suatu kesempatan memakai cincin yang matanya dari perak dan pada waktu lain memakain cincin yang matanya dari batu Habasyi. Sedang dalam riwayat lain dari akik.” (Muhyiddin Syarf an-Nawawi, al-Minhaj Syarh Shahih Muslim, Bairut-Dar Ihya` at-Turats al-‘Arabi, cet ke-2, 1392 H, juz, 14, h. 71).

Rabu, 10 Januari 2018

karakteristik Batu Berlian

Sebelum membeli berlian sebaiknya anda perlu mengetahui karakteristik berlian yang asli agar tidak tertipu. Berikut ini  karakteristik berlian yang asli :

Kejernihan  Berlian
Kejelasan berlian memberitahu Anda tentang kotoran dan zat-zat lain di dalamnya. Sebuah berlian ideal atau sempurna tidak akan memiliki unsur-unsur lain di dalamnya. Untuk melihat tingkat kejernihan berlian perlu menggunakan kaca pembesar. Semakin bening dan tidak ada cacat bintik-bintik warna pada berlian itu, maka semakin bagus kualitasnya.
Potongan Berlian
Makin banyak dan rumit potongannya membuat harga berlian semakin mahal. Potongan yang paling sempurna adalah berlian cut. Potongan ini biasanya menggunakan rumus matematika yang akurat. Dan makin banyak potongan makin banyak cahaya yang dapat dipantulkan. Hal ini yang membuat nilainya semakin tinggi. Tapi ingat bahwa berlian yang baik ketika dipotong harus memantulkan cahaya kembali pada Anda, sedangkan berlian yang buruk ketika dipotong akan bersinar tak lama kemudian redup.
Berat Karat Berlian
Karat merupakan satuan berat dari berlian. Berlian beratnya sama dan lebih 0,30 karat memiliki sertifikat dari lembaga sertifikasi dunia, GIA, sedangkan untuk berlian ukuran kecil mendapatkan sertifikat dari toko. Semakin besar berlian maka semakin mahal harga perkaratnya. Warna berlian bergradasi dari yang paling bening atau nyaris tanpa warna (colorless) sampai yang kuning tapi tetap bening.
Semoga informasi tadi bermanfaat bagi anda yang ingin membeli berlian.

Sabtu, 06 Januari 2018

Perhiasan Custom

Bagi anda yang ingin custom cincin kawin atau perhiasan lainnya, anda bisa datang dan memesan langsung  di tempat pembuatan cincin kawin dan perhiasan Duta Jewellery. Khusus untuk cincin anda dapat memesan dengan bahan platinum, emas, palladium dan perak jadi bisa anda sesuaikan dengan budget.








Untuk pemesanan dan informasi lebih lanjut :

Workshop Duta Jewellery

Alamat
Perumahan Pondok Duta 1 Jl. Duta 2 No.16 Cimanggis Depok

Telepon / WA
08128698912 
081317973662
PIN BB 31735CD6

Duta Jewellery 2

Alamat
Depok Town Square
Lantai 1 FS 17 No.7 Depok
        
Telepon / WA
082114761073
PIN BB D54C5FC1 




Jumat, 29 Desember 2017

Cincin Kawin Custom Platinum, Emas, Palladium Dan Perak

Untuk pernikahan yang tinggal menghitung hari tapi kamu belum mendapatkan cincin kawin yang kamu mau ? Tidak perlu khawatir karena kamu bisa datang dan memesan cincin yang diinginkan di tempat pembuatan cincin kawin dan perhiasan Duta Jewellery. Selain itu kamu bisa memesan cincin kawin dengan beberapa pilihan bahan yang bisa kamu pilih karena Duta Jewellery menyediakan bahan platinum, emas, palladium dan perak.








Untuk pemesanan :

Workshop Duta Jewellery

Alamat
Perumahan Pondok Duta 1 Jl. Duta 2 No.16 Cimanggis Depok

Telepon / WA
08128698912 
081317973662
PIN BB 31735CD6

Duta Jewellery 2

Alamat
Depok Town Square
Lantai 1 FS 17 No.7 Depok
        
Telepon / WA
082114761073
PIN BB D54C5FC1 




Jumat, 22 Desember 2017

Cincin Kawin Dengan Motif Unik

Cincin kawin yang bermotif unik bisa anda dapatkan dengan memesan di tempat pembutan cincin kawin dan pehiasan Duta Jewellery. Anda juga bisa memilih sendiri bahan yang akan digunakan untuk pembuatan cincin kawin anda karena Duta Jewellery menyediakan bahan platinum, emas, palladium dan perak jadi bisa anda sesuaikan dengan budget.







Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi atau datang langsung ke Duta Jewellery :

Alamat
Perumahan Pondok Duta 1 Jl. Duta 2 No.16 Cimanggis Depok

Telepon / WA
08128698912 
081317973662
PIN BB 31735CD6

Duta Jewellery 2

Alamat
Depok Town Square
Lantai 1 FS 17 No.7 Depok
        
Telepon / WA
082114761073
PIN BB D54C5FC1 





Senin, 18 Desember 2017

Cincin dan Perhiasan Custom

Anda ingin membuat cincin atau perhiasan lainnya ? anda bisa langsung datang dan memesan model yang diinginkan di tempat pembuatan cincin kawin dan perhiasan Duta Jewellery. Untuk cincin anda bisa memesan dengan beberapa pilihan bahan karena Duta Jewellery menyediakan bahan platinum, emas, palladium dan perak jadi bisa anda sesuaikan dengan budget.







Untuk informasi lebih lanjut dan pemesanan :

Workshop Duta Jewellery

Alamat
Perumahan Pondok Duta 1 Jl. Duta 2 No.16 Cimanggis Depok

Telepon / WA
08128698912 
081317973662
PIN BB 31735CD6

Duta Jewellery 2

Alamat
Depok Town Square
Lantai 1 FS 17 No.7 Depok
        
Telepon / WA
082114761073
PIN BB D54C5FC1 




Rabu, 13 Desember 2017

Kriteria Memilih Calon Suami

Khusus bagi seorang muslimah yang hendak memilih calon pendamping, ada satu kriteria yang penting untuk diperhatikan. Yaitu calon suami memiliki kemampuan untuk memberi nafkah. Karena memberi nafkah merupakan kewajiban seorang suami. Islam telah menjadikan sikap menyia-nyiakan hak istri, anak-anak serta kedua orang tua dalam nafkah termasuk dalam kategori dosa besar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

                                                            كفى بالمرء إثما أن يضيع من يقوت

“Cukuplah seseorang itu berdosa bila ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya.”(HR. Ahmad, Abu Dawud. Al Hakim berkata bahwa sanad hadits ini shahih).
Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun membolehkan bahkan menganjurkan menimbang faktor kemampuan memberi nafkah dalam memilih suami. Seperti kisah pelamaran Fathimah binti Qais radhiyallahu ‘anha:

عن فاطمة بنت قيس رضي الله عنها قالت‏:‏ أتيت النبي صلى الله عليه وسلم، فقلت‏:‏ إن أبا الجهم ومعاوية خطباني‏؟‏ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم‏:‏‏”‏أما معاوية، فصعلوك لا مال له ، وأما أبوالجهم، فلا يضع العصا عن عاتقه                                                                                   ‏

“Dari Fathimah binti Qais radhiyallahu ‘anha, ia berkata: ‘Aku mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu aku berkata, “Sesungguhnya Abul Jahm dan Mu’awiyah telah melamarku”. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Adapun Mu’awiyah adalah orang fakir, ia tidak mempunyai harta. Adapun Abul Jahm, ia tidak pernah meletakkan tongkat dari pundaknya”.” (HR. Bukhari-Muslim)
Dalam hadits ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak merekomendasikan Muawiyahradhiyallahu ‘anhu karena miskin. Maka ini menunjukkan bahwa masalah kemampuan memberi nafkah perlu diperhatikan.
Namun kebutuhan akan nafkah ini jangan sampai dijadikan kriteria dan tujuan utama. Jika sang calon suami dapat memberi nafkah yang dapat menegakkan tulang punggungnya dan keluarganya kelak itu sudah mencukupi. Karena Allah dan Rasul-Nya mengajarkan akhlak zuhud (sederhana) dan qana’ah (menyukuri apa yang dikarunai Allah) serta mencela penghamba dan pengumpul harta. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

               تعس عبد الدينار، والدرهم، والقطيفة، والخميصة، إن أعطي رضي، وإن لم يعط لم يرض

“Celakalah hamba dinar, celakalah hamba dirham, celakalah hamba khamishah dan celakalah hamba khamilah. Jika diberi ia senang, tetapi jika tidak diberi ia marah.” (HR. Bukhari).
Selain itu, bukan juga berarti calon suami harus kaya raya. Karena Allah pun menjanjikan kepada para lelaki yang miskin yang ingin menjaga kehormatannya dengan menikah untuk diberi rizki.

               وَأَنكِحُوا الْأَيَامَى مِنكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ إِن يَكُونُوا فُقَرَاء يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِن فَضْلِهِ

“Dan nikahkanlah orang-orang yang masih membujang di antara kalian. Jika mereka miskin, Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan karunia-Nya.” (QS. An Nur: 32)