Senin, 23 Mei 2016

Asal Mula Emas


Emas termasuk unsur berat karena memiliki masa atom yang besar dan terletak di inti bumi. Proses geologi membuat emas yang ada di magma bumi naik ke kerak hingga permukaan bumi.Magma cair akan mengalir ke permukaan bumi melalui zona-zona lemah. Zona ini salah satunya terbentuk dari pecahnya batuan akibat tumbukan antar lempeng. Selain itu emas juga terbentuk dari proses mineralisasi atau terbentuknya mineral yang mengandung unsur-unsur logam tertentu. Mineralisasi juga dapat terjadi akibat terbentuknya zona permeabel atau zona yang dapat dilewati cairan yang memungkinkan magma menuju ke permukaan. Air akan bereaksi dengan magma bumi sehingga magma mengalami pendinginan dan membeku membentuk padatan yang mengandung mineral tertentu termasuk emas. Emas tidak ditemukan sebagai logam tunggal di alam karena biasanya bercampur dengan seng, tembaga, timbal atau aluminium. Emas. Pembentukan emas di bumi bukan berasal dari proses tunggal melainkan dari proses yang kompleks dan panjang.

http://cincindepok.com

Selasa, 17 Mei 2016

Kunci Dari Pernikahan Yang Berkah

Kuatnya Hubungan dengan Allah

Sudah pasti kalau kita menginginkan rumah tangga yang tetap harmonis, hubungan kita dengan Allah harus diperkuat, karena dengan begitu akan menghasilkan keteguhan hati (kemampanan ruhiyah), sebagaimana dalam firman Allah disurah Ar-Rad’u ayat 28 “(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram” (QS. Ar-Rad’u : 28)
Rasulullah SAW juga selalu memanjatkan doa agar mendapatkkan keteguhan hati : Yaa muqollibal qulub tsabbit qolbiy ‘alaa diinika wa’ala thooatika” (Wahai yang membolak-bailikan hati, teguhkanlah hatiku untuk tetap konsisten dalam dien-Mu dan dalam menta’atiMu).

Kedekatan kita dengan Allah bisa dimulai dengan membiasakan dalam keluarga untuk melaksanakan ibadah nafilah secara bertahap seperti tilawah, shaum, tahajud, Duha, doa, infaq, doa, matsurat, dan sebagainnya. Karena tanpa adanya kedekatan dengan Allah mustahil seseorang dapat mewujudkan kehidupan rumah tangga yang bahagia.
Meluruskan Niat
Siapa yang ingin menikah maka luruskan niat kita dulu. Niat menikah tentunya karena Allah SWT karena menikah adalah ibadah. Karena menikah juga merupakan perintahNya. Coba kawan dicek dalam Al-Qur’an surah An-Nur ayat 32. “Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kaurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui” (QS. An-Nur : 32).
Nikah juga merupakan sunnah Nabi, jadi dalam proses nikah hingga pasca pernikahan nanti kita wajib mencontoh Nabi. Contohnya ketika diawal memilih pasangan hidup menurut Nabi hendaknya yang dipilih adalah agamanya, kemudian pada saat walimatul ursy sebaiknya tidak berlebihan karena kita tahu Nabi mengajarkan kita untuk selalu bersikap hidup sederhana (tidak boros) dan dalam berumah tangga hendaknya kita membiasakan diri dengan adab dan akhlaq seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.
Sikap Saling Terbuka
Sikap saling terbuka disini adalah ketika sudah menjadi suami dan istri maka hal–hal yang sebelumnya haram menjadi halal. Misalnya secara fisik kita sudah halal untuk bersentuhan. Selain itu juga sikap saling keterbukaan ini dapat memupuk sikap saling percaya (tsiqoh) diantara suami dan istri karena adanya rasa keinginan saling mengenal satu dengan yang lainnya entah itu sifat kepribadian, kebiasaan, kesenangan, ketidaksukaan sehingga suami/istri merasa nyaman.
Sikap Toleran 
Sudah pasti ketika berumah tangga suami dan istri memiliki kebiasaan, pemikiran yang berbeda-beda sehingga akan timbul konflik/perdebatan dalam rumah tangga. Sehingga sikap toleran ini sangat penting bagi kehidupan suami istri untuk memujudkan keluarga yang tetap harmonis. Dan dalam hal ini sikap toleran juga menuntut adanya sikap saling memaafkan, yang meliputi 3 (tiga) tingkatan, yaitu: (1) Al Afwu yaitu memaafkan orang jika memang diminta, (2) As-Shofhu yaitu memaafkan orang lain walaupun tidak diminta, dan (3) Al-Maghfiroh yaitu memintakan ampun pada Allah untuk oran lain.

Komunikasi

Komunikasi ini sangat penting karena dengan komunikasi katanya akan meningkatkan sikap saling cinta antar pasangan. Komunikasi juga untuk menghindari terjadinya kesalahpahaman. Karena kita dapat melihat beberapa keluarga yang tetap harmonis kuncinya adalah komunikasi yang tetap terjaga dan tidak pernah putus hmm. Apalagi bagi suami dan istri yang memiliki kesibukan masing-masing, sehingga dengan komunikasi ini memberikan rasa perhatian, saling mendengar, dan memberikan respon. Zaman sekarang komunikasi sudah cukup canggih bisa via telephone, email, whats app, skype, dan sebagainya.

Sabar dan Syukur

Sabar dan syukur dalam berumah tangga memang sangat dianjurkan. Pasalnya setiap ujian dalam berumah tangga harus disikapi dengan rasa sabar seperti pada pasangan suami/istri terdapat kekurangan/kelemahan sehingga perlu disikapinya dengan sabar. Kemudian disikapi rasa syukur atas rezeki yang Allah berikan kepada suami dan tidak banyak menuntut khusus untuk istri karena kebanyakan penghuni neraka adalah kaum wanita, disebabkan istri yang kurang bersyukur terhadap pemberian suaminya. Dan apabila kita bersyukur maka Allah akan melebihkan nikmatNya lagi untuk kita. Bisa dilihat dalam firman Allah surah Ibrahim ayat 7: “Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatKu), maka sesungguhnya azabKu sangat pedih” (QS.Ibrahim : 7).

Sikap Yang Santun dan Bijak

Sikap santun dan bijak dari seluruh anggota keluarga dalam berinteraksi kehidupan berumah tangga ini perlu dilakukan karena akan menciptakan suasana yang nyaman dan indah. Sehingga suasana ini membuat penghuni rumah betah tinggal di rumah. Sebagaimana ungkapan bahwa “Rumahku adalah Syurgaku” bukan berarti fasilitas yang lengkap dan rumah tinggal yang luas akan tetapi ada suasana interaktif antar keluarga; suami istri dan anak-anak yang penuh kesantunan dan bijaksana. Sehingga menimbulkan suasana yang penuh keakraban, kedamaian, dan cinta kasih antar keluarga.

Jumat, 13 Mei 2016

Warna Berlian

Berlian tersedia dalam berbagai warna. Berlian tidak berwarna (transparan) dan berlian putih merupakan yang paling umum, sedangkan beberapa berlian berwarna sangat langka dan harganya pun mahal.
Beberapa warna berlian diantaranya yakni kuning, biru, hitam, pink, merah, oranye, hijau, dan coklat.  Warna berlian biasanya ditentukan oleh kotoran atau cacat struktural yang terdapat pada berlian tersebut.
Berlian murni atau hampir murni yang transparan dan tidak berwarna disebut sebagai berlian putih.
Warna berlian terbentuk oleh penyerapan selektif batu permata terhadap panjang gelombang tertentu dari cahaya.


Pada batu permata, warna terdiri dari tiga komponen yaitu:
1. Hue – kesan pertama dari warna
2. Tone – terang atau gelapnya warna, mulai dari terang, medium, hingga gelap
3. Saturasi – intensitas warna batu permata yang diukur dari yang keruh hingga sangat jernih
Berikut adalah beberapa warna berlian:
1. Berlian merah muda
Cacat pada kisi kristal selama pembentukan berlian menyebabkan warna merah muda (pink).
2. Berlian biru

Jumat, 06 Mei 2016

Mewujudkan Keluarga Sakinah,Mawaddah,Warahmah

Untuk mewujudkan keluarga sakinah mawaddah warahmah perlu melalui proses yang panjang dan pengorbanan yang besar, di antaranya:

1. Pilih pasangan yang shaleh atau shalehah yang taat menjalankan perintah Allah dan sunnah Rasulullah SWT.

2. Pilihlah pasangan dengan mengutamakan keimanan dan ketaqwaannya dari pada kecantikannya, kekayaannya, kedudukannya.

3. Pilihlah pasangan keturunan keluarga yang terjaga kehormatan dan nasabnya.

4. Niatkan saat menikah untuk beribadah kepada Allah SWT dan untuk menghidari hubungan yang dilarang Allah SWT

5. Suami berusaha menjalankan kewajibannya sebagai seorang suami dengan dorongan iman, cinta, dan ibadah. Seperti memberi nafkah, memberi keamanan, memberikan didikan islami pada anak istrinya, memberikan sandang pangan, papan yang halal, menjadi pemimpin keluarga yang mampu mengajak anggota keluaganya menuju ridha Allah dan surga -Nya serta dapat menyelamatkan anggota keluarganya dario siksa api neraka.

6. Istri berusaha menjalankan kewajibannya sebagai istri dengan dorongan ibadah dan berharap ridha Allah semata. Seperti melayani suami, mendidik putra-putrinya tentan agama islam dan ilmu pengetahuan, mendidik mereka dengan akhlak yang mulia, menjaga kehormatan keluarga, memelihara harta suaminya, dan membahagiakan suaminya.

7. Suami istri saling mengenali kekurangan dan kelebihan pasangannya, saling menghargai, merasa saling membutuhkan dan melengkapi, menghormati, mencintai, saling mempercai kesetiaan masing-masing, saling keterbukaan dengan merajut komunikasi yang intens.

8. Berkomitmen menempuh perjalanan rumah tangga untuk selalu bersama dalam mengarungi badai dan gelombang kehidupan.

9. Suami mengajak anak dan istrinya untuk shalat berjamaah atau ibadah bersama-sama, seperti suami mengajak anak istrinya bersedekah pada fakir miskin, dengan tujuan suami mendidik anaknya agar gemar bersedekah, mendidik istrinya agar lebih banyak bersukur kepada Allah SWT, berzikir bersama-sama, mengajak anak istri membaca al-qur’an, berziarah qubur, menuntut ilmu bersama, bertamasya untuk melihat keagungan ciptaan Allah SWT. Dan lain-lain.

10.Suami istri selalu memohon kepada Allah agar diberikan keluarga yang sakinah mawaddah wa rohmah.

11. Suami secara berkala mengajak istri dan anaknya melakukan instropeksi diri untuk melakukan perbaikan dimasa yang akan datang. Misalkan, suami istri, dan anak-anaknya saling meminta maaf pada anggota keluarga itu pada setiap hari kamis malam jum’at. Tujuannya hubungan masing-masing keluarga menjadi harmonis, terbuka, plong, tanpa beban kesalahan pada pasangannnya, dan untuk menjaga kesetiaan masing-masing anggota keluarga.

12. Saat menghadapi musibah dan kesusahan, selalu mengadakan musyawarah keluarga dan ketika terjadi perselisihan, maka anggota keluarga cepat-cepat memohon perlindungan kepada Allah dari keburukan nafsu amarahnya.

Senin, 02 Mei 2016

Tips Memperkuat Hubungan Pernikahan

Pernikahan bukan sekadar komitmen, melainkan selalu membutuhkan cinta. Semakin lama sebuah pernikahan, mestinya pernikahan itu harus semakin kuat. Baik tua atau muda, harus tetap selalu menjaga komitmen serta cinta hingga mati. Berikut tips yang bisa  Anda lakukan:
Selalu mementingkan pasangan
Banyak orang yang tidak menyadari setelah menikah mereka terkadang cendurung menjadi kurang memperhatikan pasangannya, baik karena kesibukan mencari uang maupun karena mengurus anak. Banyak wanita yang setelah memiliki banyak anak menjadi berfokus hanya pada anak-anaknya saja tanpa menyadari bahwa suami juga memerlukan perhatiannya. Anda perlu selalu mementingkan pasangan Anda, agar pasangan Anda juga demikian. Selalu berusaha untuk pintar membagi waktu Anda untuk anak, pekerjaan, dan pasangan Anda agar hubungan selalu harmonis.
Selalu bekerja sama
Sebagai pasangan suami istri, kekompakan sangat diperlukan dalam menjalani pernikahan. Untuk mewujudkan itu, diperlukan kerjasama serta komunikasi yang baik dalam segala hal. Baik dalam mengelola keuangan, mengatur rumah, mengasuh anak, maupun semua kegiatan lainnya yang berhubungan dengan keluarga. Lakukanlah semua hal di rumah secara bersama, tidak ada pemimpin atau bawahan, tetapi satu tim. Dengan begini hubungan pernikahan Anda akan selalu terjaga dengan baik.
Belajar mengalah
Sebagai manusia mungkin kita gampang emosi, tetapi jangan menjadikan emosi itu sebagai kelemahan dalam hubungan Anda. Walaupun banyak yang berpendapat dalam sebuah pernikahan pasti selalu ada masalah, namun jangan menjadikan hal itu sebagai kebiasaan yang dapat terjadi terus menerus. Banyak pasangan yang telah menikah menjadi berpisah karena tidak ada yang dapat mengalah dalam mengemukakan pendapat. Mereka cenderung keras kepala dengan prinsip masing-masing. Belajarlah untuk selalu dapat mengalah dengan pasangan Anda dalam hal-hal tertentu. Jika dia terlihat lelah sebaiknya manjakan dia dan jangan memancing perkelahian di antara kalian. Dengan mengalah, kedamaian akan selalu terasa di rumah Anda.
Melawan rasa bosan
Semakin lamanya pernikahan biasanya rasa jenuh akan terjadi dalam hubungan Anda. Rasa jenuh akan membuat seseorang menjadi mudah sensitif terhadap pasangannya. Rasa jenuh yang terjadi pada seseorang biasanya diakibatkan karena mereka merasa bosan akan aktivitas monoton yang berlangsung lama. Ini biasanya terjadi pada ibu rumah tangga yang tidak memiliki aktivitas lain selain mengurus rumah. Kebanyakan ibu rumah tangga juga membutuhkan aktivitas lain yang dapat menghibur mereka, karena sangatlah membosankan jika menjadi ibu rumah tangga yang hanya menunggu suaminya di rumah setiap harinya. Walaupun demikian, Anda tetap perlu mengingat tugas dan tanggung jawab masing-masing. Jika Anda bosan berusahalah untuk membuatnya menjadi menyenangkan atau mencari hiburan agar Anda tidak jenuh terhadap hubungan Anda
Selalu berkencan berdua
Berkencan bukan hanya dapat dilakukan bagi pasangan muda yang sedang dilanda cinta. Berkencan juga sangat dianjurkan bagi pasangan suami istri. Banyak manfaat yang didapatkan dari berkencan, misalnya hubungan akan menjadi lebih dekat, kemesraan akan selalu terjaga, Anda dapat selalu bertukar pikiran dalam masalah masing-masing serta komunikasi akan selalu baik. Berkencanlah sesering mungkin dengan pasangan Anda di tengah-tengah kesibukan Anda.
Berbulan madu lagi
Bulan madu atau honeymoon sering dilakukan bagi pasangan suami istri yang baru menikah. Namun jika Anda telah menikah dan tidak pernah lagi berlibur, inilah saatnya Anda perlu melakukan perjalanan bulan madu kedua dengan mengunjungi tempat istimewa yang menyimpan banyak kenangan atau tempat bulan madu romantis dengan suasana baru yang tidak pernah Anda kunjungi dan membuat kenangan indah. Dengan berbulan madu dapat membuat pria dan wanita lebih santai dan juga dapat meningkatkan gairah cinta.

Selasa, 26 April 2016

Tips Memilih Tema Pernikahan

Dalam sebuah pernikahan setiap pasangan akan memilih tema yang akan digunakan pada acara mereka. Untuk dapat itu semua perlu adanya kesepakatan dari kedua belah pihak agar dapat berjalan dengan lancar. Berikut ini tips untuk memilih tema yang sesuai dengan keinginan dan budget yang ada.



  • Dengan memilih tema pernikahan, Anda bisa menentukan tempat acara pernikahan akan berlangsung. Misal, jika Anda ingin melangsungkan pernikahan dengan tema pesta kebun, maka berarti akan lebih cocok jika pesta dilakukan di tempat outdoor. Tetapi, anda juga bisa memilih tempat indoor, asalkan space yang ada mencukupi dengan suasana yang dibuat seperti berada di kebun. Ini bisa dilakukan dengan pemilihan dekorasi yang mendukung, misal lebih banyak dedaunan daripada karangan bunga dan bisa ditambah dengan pepohonan yang seakan ‘pindah’ ke ruangan tertutup tempat Anda melangsungkan pernikahan. 
  • Jika dilakukan di tempat di ruang terbuka, perhatikan bulan apa Anda akan melangsungkan pernikahan, misal jangan dilakukan saat musim hujan. Kebersihan lingkungan juga perlu Anda perhatikan agar terlihat indah. Anda juga perlu melihat juga besar ruang terbuka tersebut, cukup nyamankah bagi para tetamu ataupun keluarga, terutama bagi keluarga yang sudah sepuh tentunya memerlukan kursi tambahan bagi mereka. Penempatan-penempatan seperti ini bisa Anda diskusikan dengan bagian dekorasi ataupun dengan wedding planner jika Anda menggunakan jasa mereka. 
  • Jika dilakukan di ruang tertutup, perhatikan sirkulasi udara yang ada di dalam ruangan tersebut. Jika tempatnya kecil, jangan gunakan dekorasi yang terlalu besar dan memenuhi tempat, karena akan membuat ruangan terasa sempit dan berkesan sumpek. Hindari pula penggunaan warna-warna bunga yang gelap, pilihlah warna bunga yang cerah seperti kuning, putih, pink, hijau muda untuk menciptakan ruang yang lebih luas. 
  • Jumlah tamu juga perlu Anda pikirkan matang-matang. Ini penting tidak hanya untuk menciptakan suasana yang khidmat. Tidak hanya untuk suasana tetapi juga untuk jumlah katering yang akan dipesan. Jumlah tamu akan berpengaruh dengan bentuk ruang dan detil dekorasi ruangan maupun pelaminan. Misal untuk ruang yang cukup luas, sementara jumlah tamu jauh lebih sedikit daripada kapasitas ruangnya, Anda bisa menyulap ruang kosong dengan detil dekorasi yang sesuai dengan tema pesta yang Anda pilih. Tetapi jika jumlah tamu cukup banyak, sementara ruangannya terbatas, Anda bisa menggunakan dekorasi yang bergaya minimalis. 

http://cincindepok.com

Jumat, 22 April 2016

Ciri Rumah Tangga Bahagia

Rumah tangga dapat dikatakan bahagia apabila kedua pasangan memiliki atau bisa melakukan ha-hal berikut ini.
Memiliki Fondasi Agama
Keluarga yang kuat selalu menyadari bahwa agama sebagai sesuatu yang penting dalam menunjang keharmonisan dan kebahagiaan keluarga. Kedekatan dengan Sang Pencipta akan membentuk kepribadian mereka sehingga akan memperoleh ketenangan jiwa, emosi, cinta dan kasih sayang. Semakin tinggi kedekatan dengan Sang Pencipta semakin tinggi tingkat keharmonisan dan kebahagiaan keluarganya.

Saling Mencintai
Cinta memberi energi yang dahsyat dalam hidup berkeluarga. Dengan saling mencinta akan menyempurnakan keharmonisan dan kebahagiaan masing-masing anggota keluarga. Cinta akan membuang semua rintangan yang muncul di tengah perjalanan. Keluarga yang dibangun tanpa landasan cinta adalah tidak mungkin. Meski bukan satu-satunya syarat, namun cinta tetap berperan untuk membangun pernikahan yang kuat dan langgeng.

Saling  Memegang Komitmen
Pada saat pertama kali membangun sebuah keluarga, masing-masing individu memiliki niat untuk membentuk, mempertahankan dan memelihara pernikahan. Inilah “komitmen”. Keluarga yang bahagia dibangun atas dasar komitmen yang kuat dan teguh. Komitmen yang kuat akan menjauhkan campur tangan pihak ketiga dalam otoritas keluarga. Banyak contoh keluarga yang gagal gara-gara kehadiran pihak ketiga. Entah campur tangan mertua, saudara, kekasih gelap dan sebagainya.

Memberi Umpan Balik (Feedback) dan Saling Menasehati
Setiap manusia dapat tergelincir ke hal-hal yang merugikan dirinya sendiri maupun keluarga, dan kemungkinan bisa menjadi pemicu awal keretakan rumah tangga. Keluarga yang bahagia memiliki kebiasaan saling memberi umpan balik dan memberi nasehat dengan tujuan menjaga orang-orang yang dikasihinya dari kemungkinan mengambil keputusan yang merugikan. Saling asah, asih dan asuh, saling menunjang hasrat dan cita-cita pasangannya menjadikan keluarga semakin kokoh.

Bertindak Realistis
Artinya, kenyataan-kenyataan yang terjadi dalam membina hidup berkeluarga jauh dari apa yang dibayangkan sebelumnya. Keluarga yang kuat mampu menyesuaikan diri dengan bertindak realistis tanpa kehilangan harapan untuk mencapainya di suatu hari kelak.

Saling Kerjasama
Keluarga yang harmonis memiliki kerjasama yang kuat masing-masing anggotanya. Suami membantu isteri dan anak. Isteri membantu suami dan anak. Anak membantu bapak dan ibunya. Mereka selalu mengupayakan untuk melakukan berbagai kegiatan bersama-sama. Hal ini akan menciptakan sense of belonging yang semakin memperkuat ikatan keluarga.

Komunikasi Yang Baik
Komunikasi merupakan pilar utama dalam membina hubungan berkeluarga. Terciptanya komunikasi efektif dalam keluarga semakin memperkokoh ikatan batin di antara mereka. Keluarga yang bahagia selalu mengedepankan komunikasi dalam mengatasi permasalahan maupun pengambilan keputusan-keputusan penting.

Mengelola Keuangan dengan Baik
Hampir sebagian besar waktu dalam keluarga dewasa ini adalah mencari nafkah. Tidak bisa dipungkiri faktor ekonomi tak bisa dipandang remeh. Bagaimana mungkin bangunan rumah tangga tidak didukung oleh topangan ekonomi yang memadai. Mengatur keuangan secara bijak menjadi keharusan supaya bangunan keluarga tetap kuat dan kokoh.