Selasa, 26 April 2016

Tips Memilih Tema Pernikahan

Dalam sebuah pernikahan setiap pasangan akan memilih tema yang akan digunakan pada acara mereka. Untuk dapat itu semua perlu adanya kesepakatan dari kedua belah pihak agar dapat berjalan dengan lancar. Berikut ini tips untuk memilih tema yang sesuai dengan keinginan dan budget yang ada.



  • Dengan memilih tema pernikahan, Anda bisa menentukan tempat acara pernikahan akan berlangsung. Misal, jika Anda ingin melangsungkan pernikahan dengan tema pesta kebun, maka berarti akan lebih cocok jika pesta dilakukan di tempat outdoor. Tetapi, anda juga bisa memilih tempat indoor, asalkan space yang ada mencukupi dengan suasana yang dibuat seperti berada di kebun. Ini bisa dilakukan dengan pemilihan dekorasi yang mendukung, misal lebih banyak dedaunan daripada karangan bunga dan bisa ditambah dengan pepohonan yang seakan ‘pindah’ ke ruangan tertutup tempat Anda melangsungkan pernikahan. 
  • Jika dilakukan di tempat di ruang terbuka, perhatikan bulan apa Anda akan melangsungkan pernikahan, misal jangan dilakukan saat musim hujan. Kebersihan lingkungan juga perlu Anda perhatikan agar terlihat indah. Anda juga perlu melihat juga besar ruang terbuka tersebut, cukup nyamankah bagi para tetamu ataupun keluarga, terutama bagi keluarga yang sudah sepuh tentunya memerlukan kursi tambahan bagi mereka. Penempatan-penempatan seperti ini bisa Anda diskusikan dengan bagian dekorasi ataupun dengan wedding planner jika Anda menggunakan jasa mereka. 
  • Jika dilakukan di ruang tertutup, perhatikan sirkulasi udara yang ada di dalam ruangan tersebut. Jika tempatnya kecil, jangan gunakan dekorasi yang terlalu besar dan memenuhi tempat, karena akan membuat ruangan terasa sempit dan berkesan sumpek. Hindari pula penggunaan warna-warna bunga yang gelap, pilihlah warna bunga yang cerah seperti kuning, putih, pink, hijau muda untuk menciptakan ruang yang lebih luas. 
  • Jumlah tamu juga perlu Anda pikirkan matang-matang. Ini penting tidak hanya untuk menciptakan suasana yang khidmat. Tidak hanya untuk suasana tetapi juga untuk jumlah katering yang akan dipesan. Jumlah tamu akan berpengaruh dengan bentuk ruang dan detil dekorasi ruangan maupun pelaminan. Misal untuk ruang yang cukup luas, sementara jumlah tamu jauh lebih sedikit daripada kapasitas ruangnya, Anda bisa menyulap ruang kosong dengan detil dekorasi yang sesuai dengan tema pesta yang Anda pilih. Tetapi jika jumlah tamu cukup banyak, sementara ruangannya terbatas, Anda bisa menggunakan dekorasi yang bergaya minimalis. 

http://cincindepok.com

Jumat, 22 April 2016

Ciri Rumah Tangga Bahagia

Rumah tangga dapat dikatakan bahagia apabila kedua pasangan memiliki atau bisa melakukan ha-hal berikut ini.
Memiliki Fondasi Agama
Keluarga yang kuat selalu menyadari bahwa agama sebagai sesuatu yang penting dalam menunjang keharmonisan dan kebahagiaan keluarga. Kedekatan dengan Sang Pencipta akan membentuk kepribadian mereka sehingga akan memperoleh ketenangan jiwa, emosi, cinta dan kasih sayang. Semakin tinggi kedekatan dengan Sang Pencipta semakin tinggi tingkat keharmonisan dan kebahagiaan keluarganya.

Saling Mencintai
Cinta memberi energi yang dahsyat dalam hidup berkeluarga. Dengan saling mencinta akan menyempurnakan keharmonisan dan kebahagiaan masing-masing anggota keluarga. Cinta akan membuang semua rintangan yang muncul di tengah perjalanan. Keluarga yang dibangun tanpa landasan cinta adalah tidak mungkin. Meski bukan satu-satunya syarat, namun cinta tetap berperan untuk membangun pernikahan yang kuat dan langgeng.

Saling  Memegang Komitmen
Pada saat pertama kali membangun sebuah keluarga, masing-masing individu memiliki niat untuk membentuk, mempertahankan dan memelihara pernikahan. Inilah “komitmen”. Keluarga yang bahagia dibangun atas dasar komitmen yang kuat dan teguh. Komitmen yang kuat akan menjauhkan campur tangan pihak ketiga dalam otoritas keluarga. Banyak contoh keluarga yang gagal gara-gara kehadiran pihak ketiga. Entah campur tangan mertua, saudara, kekasih gelap dan sebagainya.

Memberi Umpan Balik (Feedback) dan Saling Menasehati
Setiap manusia dapat tergelincir ke hal-hal yang merugikan dirinya sendiri maupun keluarga, dan kemungkinan bisa menjadi pemicu awal keretakan rumah tangga. Keluarga yang bahagia memiliki kebiasaan saling memberi umpan balik dan memberi nasehat dengan tujuan menjaga orang-orang yang dikasihinya dari kemungkinan mengambil keputusan yang merugikan. Saling asah, asih dan asuh, saling menunjang hasrat dan cita-cita pasangannya menjadikan keluarga semakin kokoh.

Bertindak Realistis
Artinya, kenyataan-kenyataan yang terjadi dalam membina hidup berkeluarga jauh dari apa yang dibayangkan sebelumnya. Keluarga yang kuat mampu menyesuaikan diri dengan bertindak realistis tanpa kehilangan harapan untuk mencapainya di suatu hari kelak.

Saling Kerjasama
Keluarga yang harmonis memiliki kerjasama yang kuat masing-masing anggotanya. Suami membantu isteri dan anak. Isteri membantu suami dan anak. Anak membantu bapak dan ibunya. Mereka selalu mengupayakan untuk melakukan berbagai kegiatan bersama-sama. Hal ini akan menciptakan sense of belonging yang semakin memperkuat ikatan keluarga.

Komunikasi Yang Baik
Komunikasi merupakan pilar utama dalam membina hubungan berkeluarga. Terciptanya komunikasi efektif dalam keluarga semakin memperkokoh ikatan batin di antara mereka. Keluarga yang bahagia selalu mengedepankan komunikasi dalam mengatasi permasalahan maupun pengambilan keputusan-keputusan penting.

Mengelola Keuangan dengan Baik
Hampir sebagian besar waktu dalam keluarga dewasa ini adalah mencari nafkah. Tidak bisa dipungkiri faktor ekonomi tak bisa dipandang remeh. Bagaimana mungkin bangunan rumah tangga tidak didukung oleh topangan ekonomi yang memadai. Mengatur keuangan secara bijak menjadi keharusan supaya bangunan keluarga tetap kuat dan kokoh.

Senin, 18 April 2016

Blue Safir


Bagi anda yang ingin membeli batu blue safir sebaiknya mengetahui ciri-ciri blue safir yang asli agar tidak tertipu saat membeli. Berikut ciri-ciri batu blue safir yang asli :

  • Batu blue safir asli tidak hanya tersedia dalam warna biru pekat saja, tapi ada juga warna yang lainnya yaitu biru, kuning, ungu, orange, bening, bahkan warna hitam. Namun yang paling banyak di cari oleh para kolektor dan gemstoner adalah batu blue safir biru.
  • Batu blue safir asli memiliki tingkat kekerasan yang hampir dikatakan sempurna, karena kekerasan batu blue safir asli berada tepat di bawah batu berlian atau intan yaitu mencapai hinga 9 skala Mohs.
  • Batu blue safir asli memiliki kandungan kimia didalamnya seperti Al2O3 (alumunium oksida) yang lebih dikenal dengan sebutan korondum.
  • Batu blue safir termasuk batu permata yang transparan dengan sistem pengktistalan heksagonal. Sehingga batu blue safir asli akan memiliki serat seperti adanya retakan atau inclusion, adanya buih-buih kecil di dalamnya, hingga terdapat adanya benda- benda asing yang ikut terkristalisasi.

Selasa, 12 April 2016

Jenis Batu Blue Topaz

Bagi anda yang menyukai batu blue topaz, berikut ini jenis-jenis batu blue topaz :

White topaz (topaz bening)
Cocok untuk cincin resmi seperti cincin lamaran dan cincin pernikahan, karena dengan kebeningan dan cahaya yang tajam menjadiannya bak berlian alami. Nama lain dari White Topaz antara lain: topaz putih, topaz bening, topaz unheated atau topaz untreated, karena pada dasarnya batu topaz diambil dari perut bumi adalah berwarna putih atau colorless. Kualitas batu topaz putih ini sangat ditentukan dari kebeningan dan struktur fraktal. 
Sky blue topaz (topaz biru langit)
Batu Permata Natural Light Blue Topaz 1.50 caratBatu topaz ini cocok untuk cincin fashion dengan kristal warna biru muda terang.  Topaz sky blue ini biasanya masih dapat terlihat serat oleh mata dan juga inklusi dapat terlihat dengan mata, namun itu jika hanya benar-benar diperhatikan, sekilas sama sekali tidak terlihat, yang terlihat hanya keindahan alami sebuah permata biru muda terang.
Swiss blue topaz (topaz biru muda lebih pekat)
Swiss Blue Topaz 2.90 cts NaturalTopaz swiss blue lebih ideal untuk dijadikan cincin perhiasan untuk para wanita, dengan warna biru muda yang lebih pekat dan kebeningan yang bersih dan bening dari sky blue topaz menjadikan keindahan batu topaz swiss blue ini lebih lembut dan elegan. Kerlipan cahaya batu topaz swiss blue ini masih lebih indah daripada sky blue topaz, biasanya dipakai untuk perhiasan yang diikat dengan emas putih atau emas kuning atau dengan silver 925 namun dengan design yang di rancang sendiri i(custom design). 
London blue topaz (topaz biru tua pekat)
Permata London Blue Topaz 2.22 carat Exclusive Luster. Batu topaz ini berwarna biru pekat.. Warna dan sinar luster batu topaz london blue ini sangat menarik untuk dipandang.
Smookey topaz (topaz warna coklat asap)
Pear Shape Smookey Topaz 1.35 Batu topaz berwarna coklat ini sangat ideal untuk dijadikan hiasan cincin permata atau liontin kalung dengan warna coklat (seperti coklat moca atau kopi).  Walaupun warnanya coklat, tetap saja kilatan cahaya smookey topaz tidak kalah dengan topaz jenis lainnya, yang mana keindahannya dapat terlihat dari jarak cukup jauh sekitar 2 sampai 4 meter. Tentunya harga batu topaz smookey ini tidak semahal london blue atau swiss blue topaz.

Kamis, 07 April 2016

Jenis Batu Giok

Batu giok yang dinyatakan asli di dunia ini hanya dua jenis batuan yaitu :

Nefrit (Nephrite) dan Jadeit (Jadeite). Berbeda dengan nefrite yang dikenal luas dalam kebudayaan Cina sejak zaman Neolitikum (6000 tahun sebelum Masehi), Jadeit baru muncul pada pertengahan abad ke 18 yaitu pada masa Dinasti CHING.

Jadeit yang asal-usulnya diimpor dari wilayah Burma, memiliki sifat-sifat yang berbeda dari nefrit, baik secara mineralogi ataupun gemologi. Mineral penyusunnya piroksen sedangkan nefrit amfibol, berat jenisnya lebih besar, transparansinya lebih tinggi dan warnanya lebih hidup dan lebih beragam. Di perdagangan, jadeit dihargai jauh lebih tinggi dari nefrit.


http://cincindepok.com

Sabtu, 02 April 2016

Hukum Nikah Beda Agama

Sering kali kita jumpai pertanyaan “apa hukumnya bila nikah beda agama, baik yang laki-laki atau perempuannya yang muslim, apa sah atau tidak menurut Islam ?”. Pertanyaan ini sering muncul terutama ketika kita berada di sebuah negara yang mayoritas penduduknya non muslim seperti di Australia, China, Hongkong, dll . Untuk itu pada  kali ini menampilkan fikih berkenaan dengan nikah beda Agama.
Ada 2 jenis menikah beda agama:
1.  Perempuan beragama Islam menikah dengan laki-laki non-Islam
2.  Laki-laki beragama Islam menikah dengan perempuan non-Islam
Perempuan beragama Islam menikah dengan laki-laki non-Islam
Hukum mengenai perempuan beragama Islam menikah dengan laki-laki non-Islam adalah jelas-jelas dilarang (haram). Dalil yang digunakan untuk larangan menikahnya muslimah dengan laki-laki non Islam adalah Surat Al Baqarah(2):221,“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu.
Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman
Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.”
Jadi, wanita muslimah dilarang atau diharamkan menikah dengan non muslim, apapun alasannya. Hal ini sebagaimana dinyatakan dalam Alquran di atas. Bisa dikatakan, jika seorang muslimah memaksakan dirinya menikah dengan laki-laki non Islam, maka akan dianggap berzina.
Laki-laki beragama Islam menikah dengan perempuan non-Islam
Pernikahan seorang lelaki Muslim dengan perempuan non muslim terbagi atas 2 macam:
1. Lelaki Muslim dengan perempuan Ahli Kitab. Yang dimaksud dengan Ahli Kitab di sini adalah agama Nasrani dan Yahudi (agama samawi). Hukumnya boleh, dengan dasar Surat Al Maidah(5):5, “Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan makanan kamu halal pula bagi mereka. (Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum kamu, bila kamu telah membayar mas kawin mereka dengan maksud menikahinya, tidak dengan maksud berzina dan tidak (pula) menjadikannya gundik-gundik. Barang siapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari akhirat termasuk orang-orang merugi.”
2. Lelaki Muslim dengan perempuan non Ahli Kitab. Untuk kasus ini, banyak ulama yang melarang, dengan dasar Al Baqarah(2):222,“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.”
Banyak ulama yang menafsirkan bahwa Al Kitab di sini adalah Injil dan Taurat. Dikarenakan agama Islam, Nasrani dan Yahudi berasal dari sumber yang sama, agama samawi, maka para ulama memperbolehkan pernikahan jenis ini. Untuk kasus ini, yang dimaksud dengan musyrik adalah penyembah berhala, api, dan sejenisnya. Untuk poin 2, menikah dengan perempuan yang bukan ahli kitab, para ulama sepakat melarang.
Secara ringkas hukum nikah beda agama bisa kita bagi menjadi demikian :
1. Suami Islam, istri ahli kitab = boleh
2. Suami Islam, istri kafir bukan ahli kitab = haram
3. Suami ahli kitab, istri Islam = haram
4. Suami kafir bukan ahli kitab, istri Islam = haram
Dibolehkannya laki-laki muslim menikah dengan wanita ahlul kitab namun tidak sebaliknya karena laki-laki adalah pemimpin rumah tangga, berkuasa atas isterinya, dan bertanggung jawab terhadap dirinya. Namun perlulah diketahui masih adakah yang namanya wanita ahlul kitab zaman sekarang ? wallahu`alam.

Selasa, 29 Maret 2016

Perjodohan Dalam Islam

Pencarian jodoh dalam Islam bukanlah “membeli kucing dalam karung” sebagaimana sering dituduhkan. Namun justru diliputi oleh perkara yang sarat akan adab tentangnya. Bukan “coba dulu baru beli” kemudian “habis manis sepah dibuang”, sebagaimana slogan pacaran kawula muda di masa sekarang. Islam telah memberikan aturan yang jelas tentang tata cara ataupun proses sebuah pernikahan yang berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah yang shahih.

Islam telah menjelaskan mengenai syarat sah sebuah pernikahan, diantaranya:
  1. Diketahui calon pengantin dengan jelas, dengan menyebutkan namanya atau sifatnya yang khusus atau Sehingga tidak cukup bila seorang wali hanya mengatakan, “Aku nikahkan engkau dengan putriku”, sementara ia memiliki beberapa orang putri.
  2. Adanya keridhaan dari masing-masing calon pengantin kepada yang lain.
  3. Adanya wali nikah. Hal ini berdasarkan hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
                                                                                                                    لاَ نِكَاحَ إِلاَّ بِوَلِيٍّ
    “Tidak ada nikah kecuali dengan adanya wali.” (HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah).
  1. Adanya saksi nikah sebanyak dua orang yang adil dan seorang muslim. (Al-Fiqh Al-Muyassar fii Dhau-il Kitaabi wa Sunnah, hal. 295, Nukhbati minal ‘Ulama).
Jika salah satu syarat di atas tidak terpenuhi, maka pernikahan tersebut tidak sah. Oleh karenanya tidak boleh bagi wali wanita manapun untuk memaksa wanita yang dia walikan untuk menikahi lelaki yang wanita itu tidak senangi.
Dahulu di zaman jahiliyah tidak ada hak untuk memilih atau pun menolak suatu lamaran atau pernikahan yang telah dijodohkan oleh walinya. Namun setelah datangnya Islam, Allah ta’ala begitu memuliakan wanita dengan adanya hak penuh dalam memilih atau menolak lamaran seseorang yang datang kepadanya atau yang telah dijodohkan oleh walinya. Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

                          ا تُنْكَحُ الْأَيِّمُ حَتَّى تُسْتَأْمَرَ وَلَا تُنْكَحُ الْبِكْرُ حَتَّى تُسْتَأْذَنَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَكَيْفَ إِذْنُهَا قَالَ أَنْ تَسْكُتَ

“Tidak boleh menikahkan seorang janda sebelum dimusyawarahkan dengannya dan tidak boleh menikahkan anak gadis (perawan) sebelum meminta izin darinya.” Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana mengetahui izinnya?” Beliau menjawab, “Dengan diamnya.”(HR. Al-Bukhari No. 5136 dan Muslim No. 1419).

Imam Bukhari berkata, Isma’il memberitahu kami, dia berkata, Malik memberitahuku, dari ‘Abdurrahman bin Al-Qasim dari ayahnya dari ‘Abdurrahman dan Mujammi’, dua putra Yazid bin Jariyah, dari Khansa’ bin Khidam Al-Anshariyah radhiyallahu ‘anha,

                                            أَنَّ أَبَاهَا زَوَّجَهَا وَهِيَ ثَيِّبٌ فَكَرِهَتْ ذَلِكَ فَأَتَتْ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَدَّ نِكَاحَهَا

“Bahwa ayahnya pernah menikahkan dia -ketika itu dia janda- dengan laki-laki yang tidak disukainya. Maka dia datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (untuk mengadu) maka Nabi shallallahu alaihi wa sallam membatalkan pernikahannya.” (HR. Al-Bukhari no. 5138).

Akan tetapi larangan memaksa ini bukan berarti sang wali tidak punya andil sama sekali dalam pemilihan calon suami wanita yang dia walikan, justru sang wali disyariatkan untuk menyarankan saran-saran yang baik lalu meminta pendapat dan izin dari wanita yang bersangkutan sebelum menikahkannya. Tanda izin dari wanita yang sudah janda adalah dengan dia mengucapkannya, sementara tanda izin dari wanita yang masih perawan cukup dengan diamnya dia, karena biasanya seorang gadis malu untuk mengungkapkan keinginannya. Sebagaimana dijelaskan dalilnya di dalam hadits berikut.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, dia berkata, “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai seorang gadis yang akan dinikahkan oleh keluarganya, apakah perlu dimintai pertimbangannya?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya, “Ya, dimintai pertimbangannya.” Lalu ‘Aisyah berkata, maka aku katakan kepada beliau, “Dia malu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berkata, “Demikianlah pengizinannya, jika ia diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Agama Islam telah menjelaskan mengenai syariat pernikahan secara gamblang. Diantaranya syarat sah sebuah pernikahan adalah keridhaan dari masing-masing calon pengantin.

Fadhilatusy Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah ditanya mengenai hukum apakah boleh memaksa seorang anak perempuan untuk menikah dengan lelaki yang tidak disukainya? Beliau menjawab bahwasannya tidak boleh bagi ayah perempuan itu untuk memaksa dan tidak boleh pula bagi ibunya untuk memaksa anak perempuan itu menikah, meski keduanya ridha dengam keadaan agama dari lelaki tersebut. (Al-Majmu’ah Al-Kamilah li Muallafat, hal. 349/7 Syaikh As-Sa’di rahmatullah.)

Itulah syariat pernikahan yang sesuai dengan ajaran Islam yang mulia ini. Pernikahan tidaklah dibangun di atas paksaan melainkan karena keridhaan atau kerelaan dari kedua belah pihak yang akan mengarungi bahtera pernikahan. Melalui syariat pernikahan ini akan terjaga kehormatan seseorang dan terhindar dari fitnah syahwat. Semoga Allah senantiasa membimbing kita dan memberikan taufiq-Nya untuk istiqamah di atas jalan para salaful ummah.